Who's Following Me?

Minggu, 10 Oktober 2021

Gema

 "Aku... U... U... U..."

"Mau... U... U... U..."

"Makan... Kan... Kan... Kan..."

"Bunda... Da...  Da... Suaraku jadi lucu... Cu... Cu..."

"Iya, Nak... Itu namanya suaramu bergema"

Sepenggal kenangan dari salah satu atraksi yang berada pada taman hiburan di timur Jakarta.

Ah, apa kabarnya hari ini ya? 


#writober2021

#RBMIPJakarta

#IbuProfesionalJakarta 

#gema

Jumat, 23 Oktober 2020

Asa

Siang itu, matahari seperti malu-malu memancarkan sinarnya. Dan desiran angin menemani langkah kaki seorang gadis kecil. Tampak di belakangnya perempuan yang berusaha mengimbangi perjalanan si gadis. Wajah mereka dihiasi senyuman yang menawan, seperti tidak ada beban dalam hidupnya. Walaupun mungkin sudah menjadi rahasia umum kalau hidup mereka tidak mudah.
Gadis kecil itu menghentikan langkahnya. Wajahnya memerah mungkin karena kelelahan. Dengan sigap si perempuan dewasa berlutut di hadapannya. Mereka saling menatap tanpa suara. Samar-samar terdengar suara orang yang membicarakan mereka.

"Bu, kenapa tante itu ngomongin kita?", tanya si gadis kecil dengan kepolosannya.

Perempuan yang disapa ibu oleh gadis kecil itu hanya tersenyum. Ia mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih. Kemudian diciuminya puncak kepala si gadis.

"Nggak apa, Ra. Jangan didengar ya... yang tau bagaimana kita kan ibu sama Ara", ucap perempuan itu lembut. "Jalan lagi, yuk..." ajaknya kemudian.

Mereka kembali menyusuri taman kota dengan bergandengan tangan. Si gadis berjalan dengan riang dan tanpa beban. Sementara itu pikiran si perempuan melayang ke lima tahun lalu. Saat ia memutuskan untuk membesarkan anak di dalam kandungannya seorang diri. Saat ia dihujat oleh semua orang bahkan keluarganya sendiri.

Namun hari ini, ia mematahkan ucapan semua orang. Anaknya tumbuh menjadi gadis kecil yang menggemaskan dan mencintai ibunya dengan tulus. Sementara iapun berproses menjadi perempuan dewasa yang tangguh. Perempuan itu adalah Jani dan Ara adalah bekal dari masa mudanya.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Asa


Selasa, 20 Oktober 2020

Titik

Stigma negatif bukan hal baru untuk seorang Jani. Bahkan dapat dikatakan bahwa itu adalah makanannya sehari-hari. Menjadi orang tua tunggal di usia yang masih belia tentu bukan suatu hal yang mudah. Belum lagi fakta bahwa ia sendiri tidak tahu siapa ayah dari bayinya itu.

Semula Jani menyalahkan keadaan. Rumah tangga orang tuanya yang jauh dari kata harmonis. Hingga abang dan adiknya yang terjerembab ke lubang hitam dunia malam. Jani pun mengekor tidak lama setelahnya. Dan di sanalah ia mengenal Adit, sosok penuh kasih yang selama ini tidak pernah didapatkannya.

Senin, 19 Oktober 2020

Wastra

Tubuhnya memang tidak sekuat dulu, tapi setiap hari ia masih mengolah sawah milik tetangganya. Keriput pun telah menghiasi sebagian besar wajahnya. Kulitnya juga tidak lagi sebersih saat ia masih remaja, akibat sering terpapar matahari ketika bertani. Tapi semua orang tahu bahwa pada masanya, ia adalah seorang kembang desa. 

Dua hari yang lalu, ia mengutarakan keinginan agar semua anak-cucunya datang. "Ingin membagikan apapun yang Simbok punya", katanya pada Ratih. Si cucu tertua yang memilih untuk menemani neneknya, menggantikan sang ibu yang harus merantau ke Negeri Seberang. Dengan cekatan Ratih pun menghubungi satu demi satu anggota keluarganya. 

Sabtu, 17 Oktober 2020

Dewangga

Amarahku semakin menjadi, ketika melihat lelaki itu kembali. Bukan apa-apa, dalam sepekan terakhir sudah lima kali ia pulang tanpa sepeser uang. Sudah pasti penyebabnya adalah makhluk menyebalkan yang bulan lalu dibawanya ke rumah kami. Selain menyita keuangan kami, makhluk itu juga membuatku merasa diselingkuhi. Lihat saja sekarang, alih-alih menyejukkan hatiku yang panas, ia malah memanjakan makhluk menyebalkan itu.

Hari ini, ia sudah bersiap-siap sedari pagi. "Ada pekerjaan", jelasnya tanpa kutanya. Tidak hanya dirinya sendiri, ia juga mempersiapkan makhluk itu. "Hah! Bekerja apanya, bekerja kok membawa hewan", pikirku merasa dibohongi olehnya. Tanpa sepatah kata lagi, ia pun pergi bersama makhluk itu. Tapi anehnya ia sempat memelukku cukup lama.

Kamis, 15 Oktober 2020

Senandika

Rasanya tidak ada yang dapat menandingi kecantikanku! Lihatlah! Tubuhku yang ranum, berlekuk-lekuk bagai gitar Spanyol. Dan kemari, rasakan harumku yang menguar kesana kemari. Belum lagi mulusnya kulitku yang membuat semut sekalipun tergelincir. Atau orang-orang yang terjerembab, hanya karena terpaku kepadaku.

Tapi tunggu, benda apakah ini yang sedang menempel di tubuhku? Ah... kau merusak pemadangan saja! Astaga... mengapa ia melukaiku? Apa salahku, kawan? Mengapa kau menyayat-nyayat tubuhku? Dimana rasa kemanusiaanmu? Kau menatapku dengan ganas, sembari terus menguliti tubuhku. Sedikit demi sedikit bagian tubuhku meluncur melewati kerongkonganmu.

Alamak... aku baru ingat, kalau aku hanya sebuah mangga Harumanis.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Senandika

Selasa, 13 Oktober 2020

Badai



Pagi itu seperti biasa Aya membangunkan gadis kecilnya, Nara. Mengajaknya menuju kamar mandi, kemudian memandikan Nara dengan teliti. Agenda selanjutnya adalah menyuapi Nara makanan yang telah ia masak sebelumnya. Sebelum akhirnya mengantar Nara pergi ke sekolah. Semua masih terlihat sama, hal-hal yang setiap pagi Aya lakukan. 

Nara sudah diantarnya ke sekolah, Aya melanjutkan perjalanan dan disinilah dirinya sekarang berada. Sebuah gedung instansi pemerintahan tempat keadilan ditegakkan. Aya termenung di dalam duka dan menangis tanpa suara. Semua memang tampak baik-baik saja. Namun, ia tahu sepulangnya dari gedung ini, badai akan langsung menghantamnya.



#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Badai

Senin, 12 Oktober 2020

Pagi

Entah sudah berapa kali dering ponsel mengejutkan Rara, "Siapa yang menelpon sepagi ini?", batinnya seraya menolak panggilan tersebut. Rara kembali bergelung kemudian menyelimuti sebagian besar tubuhnya lagi. Beberapa saat kemudian, ponsel itu kembali memekakan telinga Rara. 

"Astagaaaaa...", teriak Rara kesal sembari kembali menolak panggilan kemudian menonaktifkan ponselnya. Malam tadi Rara terpaksa tidur sangat larut karena harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda. Dan hari ini, ia sengaja ingin bangun lebih siang namun dering telpon itu terus mengganggunya. 

#Writober2020

#RBMIPJakarta

#Pagi

Sabtu, 10 Oktober 2020

Nihil

 Matahari tengah bersinar terik, tapi perempuan itu tetap menyusuri jalanan ibukota. Di dalam dekapannya ada sesosok bayi mungil yang sesekali menggeliat. Mungkin karena perutnya lapar atau boleh jadi belum terbiasa dengan udara panas khas ibukota. Sesekali pula sang ibu menenangkan bayinya itu.


"Sebentar lagi kita sampai, Nak", bisik sang ibu. Sengaja membohongi si anak juga dirinya sendiri untuk menguatkan hati. Mereka terus berjalan, tanpa tahu kemana arah tujuan. Mencari seseorang yang pergi meninggalkan mereka dengan dalih mencari peruntungan.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Nihil

Jumat, 09 Oktober 2020

Adaptasi

 

Ruangan itu tidak besar, barangkali masih lebih besar kamar yang saat ini sedang kau tempati. Tapi di sepetak kamar inilah Adit dan Jani memulai semuanya. Mereka melakukan apa-apa yang menjadi penyebab dari keharusan mengarungi bahtera rumah tangga. Semata-mata demi kehormatan keluarga, juga janin yang tumbuh di dalam rahim Jani.

"Dit, handukmu!!!", seru Jani sembari melempar handuk basah milik Adit ke lantai.

"Kamu apaan sih? Main buang-buang aja! Ini juga lagi mau digantung di jemuran luar", rutuk Adit seraya memungut handuknya.

Kamis, 08 Oktober 2020

Pagebluk

Segelintir orang mendadak berlarian, tatkala mobil patroli berdatangan. Suara sirinenya memekakan telinga. Disusul bunyi derap langkah yang mempercepat laju orang-orang itu.


"Sembunyi! Sembunyi! Tutup pintu rumah kalian!" Teriak satu di antaranya.

Pria-pria bersepatu lars itu mengetuk setiap rumah. Menimbulkan rasa takut pada anak-anak tak berdosa. Orang tua bertanya-tanya ada apa. Pemuda berjaga di luar sembari bernegosiasi.

"Kami hanya ingin memeriksa. Pagebluk itu nyata adanya, Dik" ujar pria bersepatu lars.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Pagebluk

Sabtu, 13 Juni 2020

Aku Ditinggal Doraemon

Dulu, Minggu pagi adalah saat - saatku secara sukarela membuka mata lebih dini. Tak seperti saat hari - hari sekolah yang justru sangat malas. Tentu saja agar tidak melewatkan kisah si robot kucing ajaib itu.

Dan pagi ini, hari Minggu beberapa tahun kemudian, saat keseruan Doraemon membantu Nobita melawan Giant dan Suneo tak lagi menjadi alasanku terbangun. Saat si kucing biru itu tidak lagi menemani Minggu pagiku. Tapi ada dirimu yang menggantikannya. Di sisiku, menjadi pelipur laraku.

Iya, Doraemon memang pergi meninggalkanku, tapi Ia menggantinya dengan kehadiran dirimu.

Kamis, 20 Februari 2020

BUNSAY LEVEL 11 - DAY 1

Memulai level 11 dengan giliran presentasi. Karena di level ini mahasiswi Bunsay dibagi ke dalam beberapa kelompok lagi untuk mempresentasikan subtema dari tema fitrah seksualitas.

Awalnya sudah happy karena dapat kelompok 7, tapi ternyata setelah dipilih random malah dapat tema pertama yaitu perbedaan gender. Sempat ragu tapi juga bersyukur karena lebih cepat lebih baik haha...

Sedikit meringkas materi yang tadi ku bawakan dengan kak Intan..

Gender dan seks merupakan dua hal yang berbeda. Dimana seks merupakan atribut fisik, sementara gender merupakan atribut sosial.
Seks meliputi hal - hal dari manusia yang tidak akan bisa diubah seperti alat reproduksi, hormon, dsb. Gender melingkupi peran - peran manusia dalam kehidupannya.

Penting memperkenalkan hal ini sejak dini agar dapat menjadi dasar bagi anak. Untuk penyampaiannya dapat berupa roleplay, juga menanyakan perihal gender dari tokoh di buku cerita maupun film anak.

Tabik!

#hari1
#gamelevel11
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
@aliendasophia

Selasa, 31 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 6


Ternyata berpikir kreatif itu tidak hanya sekadar membuat prakarya atau kerajinan tangan, lho. Menarik kesimpulan dari blogpost yang lalu, menurutku berpikir kreatif adalah saat kita menggunakan akal/pikiran untuk menghasilkan solusi atas sebuah permasalahan.

Berdasarkan pengalamanku, berpikir kreatif dibutuhkan dalam mengelola keuangan. Seperti bagaimana caranya memenuhi semua kebutuhan tapi tidak melebihi pemasukan. Atau bagaimana cara menutupi kekurangan dana. Semua hal ini tidak luput dari proses berpikir kreatif.

Berpikir kreatif juga berfungsi dalam pengasuhan anak. Contohnya saat anak yang aku asuh menolak untuk makan karena tidak suka dengan menunya. Apakah aku harus memberikan menu yang disukainya? Apakah aku akan mengajak "berlomba" dengan temannya? Atau malah aku biarkan dulu saja, seraya menunggunya lapar dan meminta makan sendiri? Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensinya masing - masing, disinilah daya kreativitasku ditantang.

Menurut kalian, apalagi contohnya? Tuliskan di kolom komentar, ya...
Tabik!

Senin, 30 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 5

Semangat Senin! Walau tetap masuk meskipun sebagian besar pekerja di tempat lain sudah libur. Hari ini aku mengajak anak - anak untuk berimajinasi tentang tata kota yang mereka impikan. Petunjuk dariku hanya satu, lingkungan pantai atau lingkungan perkotaan.

Ternyata mereka berdua memilih pantai. Meskipun begitu, sebelumnya aku sudah mempersiapkan untuk kedua tema tersebut. Prakarya yang kami buat adalah maket tata kota. Aku membebaskan mereka menaruh apapun dalam karyanya, agar sekaligus mengasah daya kreativitas. Sesekali aku memang membantu, tapi itu hanya sekadar menggunting kertas atau memotong dengan cutter.

Hasilnya luar biasa! Sangat jauh dari ekspektasiku. Untuk anak seusia mereka (3 dan 6 tahun) aku kira akan bosan saat mengerjakannya. Namun ternyata tidak, mereka mengerjakannya dengan sepenuh hati. Berikut ini adalah hasil karya mereka.


Tabik!

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, 27 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 4

Jumat seharusnya menjadi hari yang lebih lengang. Karena aku tidak perlu mempersiapkan bahan - bahan untuk kegiatan. Tetapi karena anak - anak datang lebih awal, aku harus memutar otak untuk memberikan mereka kegiatan.

Aha! Aku teringat dengan kegiatan yang tidak jadi kami lakukan sebab tidak "lulus" kualifikasi dari atasanku🤭. Kegiatan tersebut adalah bermain dengan lilin dan cat air. Kala itu, kurang menantang katanya hihihi.

Setelah membantu atasanku berbenah, aku mulai menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Untuk mempercepat kegiatan, aku juga sudah menggambari beberapa kertas menggunakan lilin. Sehingga nanti, anak - anak tinggal memunculkannya saja dengan menggoreskan cat air.

Alhamdulillah... ternyata mereka menyukainya. Mereka kagum dengan eksperimen kecil ini. Aku menggambarkan hal yang mereka sukai, ular untuk F dan bunga untuk N. Sayang sekali aku lupa mengabadikan karya mereka.

Tabik!

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 26 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 3

Musim liburan sekolah tiba! Anak - anak yang biasanya datang selepas Zuhur, kini datang lebih pagi. Kegiatan harian pun harus ditambah, karena biasanya kami lakukan selepas Ashar. Dan jika mereka dibiarkan bermain saja, aku khawatir tidak terarah dan berakhir ke gawai. Nah, disinilah daya kreativitasku kembali diuji.

Hari ini akhirnya aku mengajak anak - anak untuk berkegiatan lebih awal. Selepas makan siang dan solat Zuhur, kami mencoba eksperimen mengenai kembang api. Kemudian ba'da Ashar, aku mengajak mereka menuliskan kenangan di tahun 2019, serta keinginan untuk tahun 2020. Nah, kalau yang ini milikku! Tolong dibantu aamiin-kan, ya? Hahaha.


Tabik!

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Rabu, 25 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 2

Sebagai seorang pengajar di sebuah daycare, aku dituntut untuk berpikir kreatif. Hal ini tak luput dari salah satu tugasku yaitu membuat kegiatan yang berbeda setiap harinya. Secara garis besar, kegiatan yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut.

Senin : mengaji
Selasa : berkreasi
Rabu : berbahasa
Kamis : bereksperimen
Jumat : bermain bebas

Nah, meskipun untuk hari Senin dan Jumat sudah jelas jadwalnya, aku tetap harus mencari ide untuk hari Selasa sampai Kamis. Dan itu sudah harus aku pikirkan untuk awal sampai akhir bulan, seperti ini contohnya.





Tabik!

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Selasa, 24 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 9 - DAY 1


Kata berpikir dalam KBBI  didefinisikan sebagai menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Khodijah (2006:117) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Sementara menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah.

Di dalam KBBI, kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk mencipta. Rogers (Utami Munandar, 1992:51) mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dari sifat-sifat individu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya. Sementara Maslow (dalam Schultz, 1991) menyatakan bahwa kreativitas disamakan dengan daya cipta dan daya khayal naif yang dimiliki anak-anak, suatu cara yang tidak berprasangka, dan langsung melihat kepada hal-hal atau bersikap asertif. Kreativitas merupakan suatu sifat yang akan diharapkan seseorang dari pengaktualisasian diri.

Saat ini, kita pasti akrab dengan istilah berpikir kreatif (eng: creative thinking). Menurut Munandar (1999:45) berpikir kreatif merupakan ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif dan adanya ciri-ciri seperti: mampu mengarahkan diri pada objek tertentu, mampu memperinci suatu gagasan, mampu menganalisis ide-ide dan kualitas karya pribadi, mampu menciptakan suatu gagasan baru dalam pemecahan masalah.

Di tantangan Bunsay level 9 ini, mahasiswi diminta untuk berpikir kreatif dalam berbagai hal. Baik dalam pemecahan masalah sehari - hari maupun pelaksanaan proyek tertentu.

Tabik!


#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 07 Desember 2019

BUNSAY LEVEL 8 DAY 10

Qodarullah, menuju akhir tantangan hapeku jatuh dari tempat yang agak tinggi. Kemudian tempat jatuhnya basah, sehingga mungkin mempengaruhi LCD hapeku. Menulis setoran terakhir ini dalam kondisi layar sepertiganya berbercak hitam. Rencananya memang mau dibetulkan dalam waktu dekat. Tapi sepengetahuanku LCD bukanlah barang murah. Memang kemungkinan tidak akan mengganggu cash flow bulananku, tapi sudah pasti akan menguras tabunganku. Ah... mungkin ini cara-Nya untuk mengingatkanku agar lebih giat menabung lagi.

Tabik!